AM · Operation Flow + SOP
🆕
New Client — Pitch First, Project Second Flow ini dimulai dari BizDev: lead masuk, research, 1st call, pitch preparation, hingga deal. Baru setelah deal masuk ke project execution flow. DP atau PO adalah hard stop sebelum produksi dimulai.
BizDev
01
Lead Masuk
Account ExecutiveChief of GrowthCEO / Creative Dir
Ada dua sumber lead — penanganan pertamanya berbeda, tapi flow setelahnya sama.

📩 Email / Form
Ditangani Account Executive. Respons wajib dalam 1×24 jam. Communication Cues
📭 Lead Info Kosong
Mereka reach out tanpa menyebut nama brand atau kebutuhan yang jelas.
🇮🇩 Indonesia Hello Ms/Mr [nama],

This is [nama AE] from Ante Merediem. Terima kasih sudah menghubungi kami.

Kami ingin mengenal Bapak/Ibu dan brand Bapak/Ibu lebih dulu — boleh diceritakan sedikit, saat ini sedang membangun apa? Dan ada hal apa yang sedang Bapak/Ibu cari bantuannya?

We'd love to get to know you and your projects a little better first.

Warm regards,
[Nama AE]
Ante Merediem
🇬🇧 English Hello Ms/Mr [name],

This is [AE name] from Ante Merediem. We appreciate you for reaching out.

We'd love to know a little more about you and your brand — could you tell us a bit about what you're currently building? And what kind of support are you looking for?

Warm regards,
[AE Name]
Ante Merediem
📬 Lead Sudah Jelas
Nama brand dan kebutuhan sudah disebutkan — atau bisa kita research sendiri sebelum reply.
🇮🇩 Indonesia Hello Ms/Mr [nama],

This is [nama AE] from Ante Merediem. Terima kasih sudah menghubungi kami — senang sekali mendengar dari [nama brand].

Dari yang telah Bapak/Ibu ceritakan, sepertinya ada banyak hal menarik yang bisa kita eksplorasi bersama. Kami ingin memahami lebih dalam kebutuhan Bapak/Ibu sebelum melangkah lebih jauh.

Apabila Bapak/Ibu berkenan, kami dengan senang hati dapat menjadwalkan a short call untuk berdiskusi lebih lanjut. Mohon informasikan waktu yang nyaman untuk Bapak/Ibu.

Warm regards,
[Nama AE]
Ante Merediem
🇬🇧 English Hello Ms/Mr [name],

This is [AE name] from Ante Merediem. We appreciate you for reaching out — lovely to hear from [brand name].

From what you've shared, it sounds like there's a lot we could explore together. We'd love to understand your needs a little better before moving forward.

If you're open to it, we'd be happy to set up a short call. Do let us know what works for you.

Warm regards,
[AE Name]
Ante Merediem


💬 Instagram, WhatsApp, Telepon
Ditangani Account Executive. Respons wajib dalam 3 jam di jam kerja. Jika masuk di luar jam kerja — wajib dibalas paling lambat pukul 09.00 WIB keesokan harinya. Communication Cues
📭 Lead Info Kosong
Mereka cuma reach out tanpa konteks — tidak ada nama brand atau kebutuhan yang jelas.
🇮🇩 Indonesia Hello Ms/Mr [nama],

This is [nama AE] from Ante Merediem. We truly appreciate you for reaching out.

Kami ingin mengenal Bapak/Ibu dan brand Bapak/Ibu lebih dulu — boleh diceritakan sedikit, saat ini sedang membangun apa? Dan ada hal apa yang sedang Bapak/Ibu cari bantuannya?

Warm regards,
[Nama AE]
Ante Merediem
🇬🇧 English Hello Ms/Mr [name],

This is [AE name] from Ante Merediem. We truly appreciate you for reaching out.

We'd love to know a little more about you — could you tell us what you're currently building, and what kind of support you're looking for?

Warm regards,
[AE Name]
Ante Merediem
📬 Lead Sudah Jelas
Nama brand & kebutuhan sudah clear dari pesan mereka atau hasil research kita.
🇮🇩 Indonesia Hello Ms/Mr [nama],

This is [nama AE] from Ante Merediem. Senang sekali mendengar dari [nama brand] — terima kasih sudah menghubungi kami.

Dari yang telah Bapak/Ibu sampaikan, sepertinya ada hal menarik yang bisa kita eksplorasi bersama. Apabila Bapak/Ibu berkenan, kami dengan senang hati dapat menjadwalkan a short call untuk berdiskusi lebih lanjut.

Warm regards,
[Nama AE]
Ante Merediem
🇬🇧 English Hello Ms/Mr [name],

This is [AE name] from Ante Merediem. So lovely to hear from [brand name] — thank you for reaching out.

From what you've shared, it sounds like there's a lot we could explore together. If you're open to it, we'd love to set up a short call — would that work for you?

Warm regards,
[AE Name]
Ante Merediem


🤝 Network / Referral
Bisa masuk dari siapa saja di tim AM. Siapapun yang menerima lead wajib segera inform Chief of Growth atau Account Executive untuk dicatat di pipeline dan di-assign PIC.
OutputLead terdaftar di pipeline + quick screening passed
Quick Screening — Sebelum Reply
  • Cek nama perusahaan — apakah jelas dan bisa diverifikasi?
  • Cek website atau social media mereka — apakah ada dan aktif?
  • Cek inquiry-nya — apakah spesifik dan relevan dengan layanan AM?
  • Tidak ada red flags — identitas jelas, bahasa profesional, request masuk akal
  • Screening passed → lanjut ke respons awal. Jika tidak passed → catat sebagai Spam / Not Relevant dan inform Chief of Growth, tidak perlu dibalas.
Setelah Respons Awal
  • Catat di pipeline: nama kontak, perusahaan, sumber, tanggal masuk, status screening
  • Network/referral: inform Chief of Growth atau Account Executive untuk dicatat dan di-assign PIC
  • Update status pipeline: New / In Conversation / Qualified / Not Qualified
Eskalasi
  • Jika Account Executive tidak bisa respons dalam waktu yang ditentukan — Chief of Growth mengambil alih respons pertama.
  • Tidak ada lead yang lolos screening dan boleh jatuh tanpa respons.
⚠ Lead yang tidak direspons dalam 1×24 jam adalah reputasi AM yang dipertaruhkan.
02
Qualify Lead — Brief CoG, Align dengan AD & CEO
Account ExecutiveChief of GrowthCEO / Creative Dir
• AE brief CoG setelah ada interest dari lead — sebelum mengajukan 1st call.
• CoG assess apakah lead worth untuk dikejar, lalu align dengan AD dan CEO.
• Keputusan GO: jadwalkan 1st call. NO-GO: kirim Decline Note dalam 1x24 jam.
OutputKeputusan: Worth to pursue → jadwalkan 1st call · Not worth → close lead dengan baik
⚠ Hard StopTidak ada 1st call yang dijadwalkan sebelum Chief of Growth, Account Director, dan CEO align. Account Executive tidak bisa langsung jadwalkan call tanpa clearance ini.
Decline Note — Semua Channel

Kirim via channel yang sama dengan komunikasi awal — WA, Instagram, atau Email.

🇮🇩 Indonesia Hello Ms/Mr [nama],

This is [nama AE] from Ante Merediem. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menghubungi kami.

Saat ini kapasitas tim kami sudah penuh, sehingga kami belum bisa menerima project baru dalam waktu dekat. Kami tidak ingin mengambil komitmen yang tidak bisa kami penuhi dengan sepenuh hati.

Semoga perjalanan Bapak/Ibu ke depan berjalan luar biasa — dan kami berharap suatu saat jalan kita bisa bertemu lagi.

Warm regards,
[Nama AE]
Ante Merediem
🇬🇧 English Hello Ms/Mr [name],

This is [AE name] from Ante Merediem. Thank you so much for taking the time to reach out.

At the moment, our team is at full capacity and we wouldn't be able to take on new projects in the near future. We wouldn't want to make a commitment we can't honour wholeheartedly.

We wish you all the best with your journey ahead — and sincerely hope our paths cross again someday.

Warm regards,
[AE Name]
Ante Merediem
Account Executive → Brief Chief of Growth
  • Brief Chief of Growth segera setelah ada interest dari lead — via WA atau quick sync
  • Sampaikan: siapa lead-nya, dari mana sumbernya, apa yang mereka minta, kesan awal dari screening, estimasi size project
  • Pastikan brief lengkap dan jelas — tidak perlu formal, tapi cukup untuk Chief of Growth bisa assess
Chief of Growth → Assess & Align dengan AD + CEO
  • Assess apakah lead fit dengan positioning AM, ada potensi, dan worth untuk dikejar
  • Pertimbangkan: fit positioning · estimasi budget · potensi jangka panjang · kapasitas tim · red flags dari screening
  • Align dengan Account Director dan CEO — keputusan harus jelas: Worth to pursue atau Not worth
Jika Worth to Pursue
  • Chief of Growth inform Account Executive — 1st call boleh dijadwalkan
  • Account Executive koordinasi jadwal dengan lead
  • Update status pipeline: Qualified → Scheduling 1st Call
Jika Not Worth to Pursue
  • Account Executive kirim Decline Note dalam 1×24 jam setelah keputusan.
  • Update status pipeline: Not Qualified + alasan singkat
03
Pre-Call Research
Account ExecutiveChief of Growth
• AE riset mendalam tentang client sebelum 1st call.
• Tujuan: masuk dengan konteks solid dan pertanyaan yang relevan.
• Research doc dibagikan ke semua peserta sebelum call.
OutputPre-call research doc + validasi stage bisnis
Siapa yang Terlibat
  • Account Executive lead research dan kompilasi semua temuan.
  • Chief of Growth atau Account Director yang akan hadir di 1st call ikut review hasil research sebelum call dimulai.
Research Perusahaan / Brand
  • Nama perusahaan, industri, produk/jasa utama, dan sejarah singkat brand.
  • Estimasi revenue dan stage bisnis — gunakan panduan validasi di bawah.
  • Person in charge (PIC) yang kemungkinan hadir di call: nama, jabatan, background via LinkedIn.
  • Siapa saja yang bekerja di sana — cek LinkedIn company page.
Research Digital Presence
  • Website: desain, messaging, tone of voice, kualitas konten.
  • Social media: platform yang aktif, jumlah followers, frekuensi posting, engagement rate, jenis konten.
  • Campaign existing: campaign apa yang sedang atau pernah berjalan — iklan, kolaborasi, activation.
  • Media appearance: apakah brand ini pernah diliput media? Apa yang dibahas?
  • Content & communication style: formal/casual? Educate atau entertain? Aspirasional atau relatable?
  • Story & positioning: apa yang mereka claim sebagai keunggulan? Bagaimana vs kompetitor?
  • Obvious strengths & weaknesses: apa yang sudah bagus, dan apa yang belum dari kehadiran digital mereka.
Validasi Stage Bisnis
  • Early stage: baru berdiri, branding masih berkembang, budget terbatas — butuh fondasi komunikasi.
  • Rapidly growing: traction bagus, sedang scale up — butuh konten yang bisa tumbuh seiring bisnis.
  • Established & scaling: brand sudah kuat, butuh konsistensi dan peningkatan kualitas.
  • Big brand with a team and budget: sudah ada tim internal — butuh partner eksekusi atau ide segar dari luar.
Output
  • Kompilasi temuan dalam dokumen singkat — maksimal 1 halaman.
  • Sertakan: stage bisnis, digital presence summary, obvious gaps, dan ide awal apa yang bisa AM tawarkan.
  • Review bersama tim yang akan hadir di 1st call sebelum call dimulai.
💡 Client selalu notice kalau kita sudah tahu tentang mereka sebelum call dimulai. Pre-call research yang solid adalah extra mile pertama AM di setiap potential client baru.
04
1st Call dengan Potential Client
Account ExecutiveChief of Growth
• AE wajib hadir — selalu didampingi CoG atau AD, tergantung estimasi size client.
• Tujuan: discovery — dengarkan kebutuhan, skala project, timeline, dan budget client.
• Follow up dalam 1x24 jam setelah call.
OutputCatatan 1st call + assessment awal
Siapa yang Hadir
  • Account Executive wajib hadir — tidak pernah sendiri.
  • Didampingi minimal satu dari: Chief of Growth atau Account Director — tergantung estimasi size client.
  • Yang hadir wajib sudah baca pre-call research doc sebelum call dimulai.
Follow Up Setelah Call — dalam 1×24 Jam
  • Summary key points — ringkasan singkat apa yang dibahas: hal-hal yang mereka ceritakan, opportunities yang disebutkan, dan next steps yang disepakati.
  • Deck AM — kirim slide yang digunakan selama call.
  • Calendar link untuk 2nd call — link booking langsung, tidak perlu bolak-balik konfirmasi jadwal.
  • 1–2 tailored insights atau work examples — pilih yang paling relevan. Bukan portfolio dump — cukup satu atau dua yang benar-benar nyambung dengan situasi mereka.
Pembukaan — Intro AM
  • Mulai dengan memperkenalkan AM secara singkat dan confident: "AM adalah brand agency dan consultant — fokus kami di premium dan luxury."
  • Sambil show deck, ceritakan secara singkat dan human:
  • Why we started AM — alasan di balik berdirinya AM, genuine dan personal.
  • What we have learned — framing: sharing, bukan showing off. "Dari client-client yang pernah kami bantu, kami belajar bahwa..."
  • Who we work with — gambaran client yang sudah bekerja sama dengan AM.
  • Tone: warm, unhurried, confident. Bukan pitch yang agresif.
Invite Mereka Bercerita
  • Setelah intro AM selesai, serahkan floor ke mereka:
  • "Would love to hear a bit more about you — how you got started, and what you're working on."
  • Dengarkan sungguh-sungguh. Jangan potong. Jangan buru-buru ke solusi.
  • Catat challenges, frustrasi, dan aspirasi yang mereka sebut.
Transisi ke Ideas
  • Setelah mereka selesai bercerita, lanjutkan dengan natural:
  • "The goal of today is simple. I want to walk you through some ideas we think could really help. We've done a bit of homework and spotted a few opportunities — I'd love to get your take. If it feels like the right fit, we can take it from there."
  • Kita bukan menjual — kita sharing perspektif dan mengundang dialog.
Selama Konversasi
  • Kalau konversasi mengalir keluar dari deck — biarkan. Koneksi yang natural lebih berharga dari presentasi yang sempurna.
  • Jika mereka menyebut problem yang AM bisa solve — respond dengan case study yang relevan, bukan pitch langsung.
  • Pilih case study yang paling relevan dengan problem mereka — bukan yang paling impressive.
  • Account Executive mencatat semua poin penting selama call.
Penutup Call
  • Jangan paksa closing di 1st call — tujuannya membangun koneksi dan rasa percaya, bukan deal.
  • "This has been great. Let's take a few days to think things through — how about we jump on a second call next week? Same time works? I'll send over the slides and a few ideas to explore before then."
  • Konfirmasi hari dan waktu 2nd call sebelum menutup — jangan biarkan tergantung.
05
Post-1st Call Assessment — GO / NO-GO
Chief of GrowthCEO / Creative Dir
• CoG assess apakah layak lanjut ke full pitch.
• GO: lanjut ke persiapan 2nd call.
• NO-GO: kirim Decline Note dalam 1x24 jam.
OutputGO → lanjut ke pitch  ·  NO-GO → close lead
⚠ Approval RequiredAccount Director dan CEO harus approve sebelum tim dikerahkan untuk persiapan pitch. Tidak ada resource yang dipakai tanpa keputusan GO.
Kriteria GO
  • Project feasible secara kapabilitas dan timeline.
  • Budget range client masuk akal untuk scope yang diminta.
  • Ada potensi jangka panjang atau nilai strategis bagi AM.
  • Resource tersedia atau bisa diatur.
  • Chemistry dan cara komunikasi client dari 1st call terasa positif.
Kriteria NO-GO
  • Budget tidak realistis untuk scope yang diminta.
  • Timeline tidak memungkinkan tanpa mengorbankan kualitas.
  • Project tidak sesuai dengan positioning atau values AM.
  • Red flag di karakter atau cara komunikasi client dari 1st call.
Jika NO-GO
  • Chief of Growth komunikasikan ke client dengan sopan dan profesional — dalam 1×24 jam setelah keputusan.
  • Tutup lead di pipeline dengan status No-Go + alasan singkat.
⚠ Tidak ada resource (waktu, tenaga, biaya) yang boleh dikeluarkan sebelum ada keputusan GO dari Account Director dan CEO.
06
Persiapan 2nd Call — Full Pitch Mode
Account ExecutiveCreative (support)
• AD lead persiapan: proposal, timeline, penawaran, dan rough ideation.
• Creative support: visual dan rough concept untuk memperkuat pitch.
• AE koordinasi semua moving parts.
OutputPitch deck, draft penawaran, rough concept
💡 Extra Mile Standard2nd call bukan sekadar presentasi — ini full pitch. Datang dengan solusi konkret, visual yang kuat, dan timeline yang realistis. Treat it like we already won.
Pembagian Tugas
  • Account Director: Lead seluruh persiapan, pastikan pitch deck kohesif dan on-message.
  • Assoc. Account Manager: Susun draft timeline dan outline penawaran.
  • Account Executive: Koordinasi dan pastikan semua materi siap H-1 sebelum 2nd call.
  • Creative team: Siapkan visual pendukung dan rough concept — tidak hadir di 2nd call, hanya support dari belakang.
Standar Minimum Pitch
  • Pitch deck: understanding of client's problem, proposed solution, contoh karya relevan AM.
  • Penawaran: scope, deliverable, harga, payment terms.
  • Timeline: milestone utama dari kickoff sampai final delivery.
  • Rough concept atau moodboard visual untuk perkuat pitch.
Review Sebelum Kirim
  • Account Director review keseluruhan materi sebelum 2nd call.
  • Semua angka di penawaran harus sudah di-approve Chief of Growth.
07
2nd Call — Pitch ke Potential Client
Chief of GrowthAccount Executive
• CoG dan AD lead presentasi pitch ke client.
• AE support dan catat semua pertanyaan serta feedback client.
• Setelah pitch, client diberi waktu untuk memutuskan — lanjut ke Step 08.
OutputDeal ✓ atau No Deal ✗
Selama Pitch
  • Chief of Growth dan Account Director lead presentasi.
  • Account Executive mencatat semua pertanyaan, keberatan, dan feedback dari client secara real-time.
  • Jangan setujui perubahan scope atau harga di tempat tanpa konsultasi internal terlebih dahulu.
Setelah Pitch
  • Account Executive kirim follow-up email ke client dalam 1×24 jam: ringkasan yang dibahas, materi pitch (jika relevan), next steps.
  • Chief of Growth dan Account Director align soal negosiasi yang perlu dilakukan.
  • Jika client minta revisi penawaran — proses internal, jangan langsung iya di depan client.
  • Update status di pipeline: Pitched / Negotiating / Won / Lost.
⚠ Jika deal tidak terjadi — catat alasannya di pipeline. Ini data berharga untuk improve pitch AM ke depan.
Dari BizDev ke Project
Deal
08
Keputusan & Finalisasi
Account ExecutiveChief of Growth
• Client diberi waktu 2-3 hari untuk memutuskan setelah pitch.
• Ada tiga kemungkinan: langsung TTD, minta negosiasi dulu, atau perlu vendor registration sebelum PO bisa diissue.
• Semua path berujung sama — TTD dan PO confirmed sebelum masuk ke pengerjaan.
OutputTTD Proposal + PO confirmed · Gate ke Kickoff
🟢 Path A — Client Langsung TTD
  • Client konfirmasi deal dan TTD proposal serta timeline yang sudah diajukan
  • AAM atau AE simpan dokumen TTD dan notify CoG
  • Lanjut ke Kickoff Internal
🟡 Path B — Client Minta Negosiasi Dulu
  • Jadwalkan sesi negosiasi — AD dan CoG wajib hadir
  • Go-through proposal bersama client — scope, budget, timeline
  • Revisi proposal jika diperlukan — CoG approve perubahan angka sebelum dikirim ulang
  • Setelah sepakat, client TTD proposal final
  • Lanjut ke Kickoff Internal
🔵 Path C — Client OK tapi Perlu Vendor Registration
  • Client konfirmasi OK dengan quotation tapi perlu AM terdaftar sebagai vendor sebelum PO bisa diissue
  • AE atau AAM urus proses vendor registration — isi dokumen yang diminta client
  • CoG pantau progress registrasi — ini sering jadi bottleneck PO
  • Setelah terdaftar, client TTD proposal dan issue PO
  • Lanjut ke Kickoff Internal
Jika Tidak Ada Kabar Setelah 3 Hari
  • AE follow up sekali dengan hangat — via WA atau email.
  • Jika masih tidak ada respons setelah follow up, update status pipeline dan move on.
DP / PO
09
DP atau PO
Chief of GrowthAccount Executive
• Setelah TTD, usahakan minta DP 30-50% — ini prioritas untuk new client.
• Kalau DP tidak possible, PO harus dikejar sebelum pengerjaan dimulai.
• Kalau DP: AM issue invoice dan faktur pajak. Baru setelah itu masuk Kickoff.
OutputDP diterima + Invoice issued, atau PO confirmed
🟢 Jalur DP (Prioritas)
  • AAM atau AE request DP 30-50% ke client setelah TTD
  • CoG issue invoice DP dan faktur pajak
  • Konfirmasi penerimaan DP sebelum masuk Kickoff
🔵 Jalur PO (Jika DP Tidak Possible)
  • AAM kejar PO dari client — ini hard requirement sebelum pengerjaan dimulai
  • Jika vendor registration blocking PO, pantau progress registrasi bersama CoG
  • PO confirmed → baru masuk Kickoff
⚠ Tidak ada pengerjaan sebelum DP diterima atau PO confirmed — tanpa pengecualian.
Pengerjaan
10
Kickoff Internal
Creative
• AAM presentasi client brief.
• CEO brief Creative team soal arah kreatif.
• AD hadir untuk memastikan alignment antara ekspektasi client dan kapasitas produksi.
• Semua pertanyaan Creative diselesaikan di sini.
OutputInternal briefing, alignment + timeline awareness
Format Kickoff
  • AAM present the client brief, AE ensure timeline sudah jelas
  • CEO give overall creative directions dan suggestions
  • AD ensure semua align dengan client requirements
  • Assign the creative PIC
11
Pengerjaan Draft
CreativeCEO / Creative Dir
• Tahap pengerjaan proposal creative — tanggung jawab bersama Account dan Creative.
• AM propose dua concept: satu sesuai brief client, satu yang AM explore dan enhance.
• Client bisa request pengembangan atau variasi sebelum masuk ke feedback loop formal.
• CEO, AD, dan AAM pastikan output sesuai brief dan ada AM magic di dalamnya.
OutputDua concept draft: brief-aligned + AM-enhanced
Concept 1 — Brief Aligned
  • Creative kerjakan concept yang menjawab brief client secara langsung — sesuai referensi, tone, dan ekspektasi yang sudah dikonfirmasi
  • AAM pastikan semua poin di brief terjawab
  • AD review kesesuaian dengan client requirements
Concept 2 — AM Enhanced
  • Creative explore concept kedua yang lebih bold — dikerjakan dengan AM perspective dan elevated execution
  • CEO pastikan ada AM magic di concept ini — bukan hanya variasi dari concept 1
  • AD ensure concept ini tetap relevan dengan brand dan positioning client
Progress dan Delivery
  • AE update status pengerjaan di project tracker setiap hari
  • AD monitor progress semua project aktif setiap pagi
  • Jika ada potensi delay, AE inform CEO dan AD segera
12
Final Review and Touch Up
CreativeCEO / Creative Dir
• CEO final review dan beri arahan sebelum proposal keluar.
• Creative team melakukan touch up berdasarkan arahan CEO.
• Wajib diselesaikan 1x24 jam sebelum submit ke client.
• Tidak ada proposal yang keluar tanpa lewat CEO.
OutputProposal final siap kirim · H-1 sebelum submit ke client
Final Review
  • Creative submit proposal ke CEO minimal 1x24 jam sebelum jadwal kirim ke client
  • CEO review dan berikan arahan final — pastikan kualitas output sudah sesuai standar AM
  • Creative lakukan touch up berdasarkan arahan CEO
  • AD konfirmasi proposal sudah align dengan client requirements sebelum dikirim
  • Tidak ada proposal yang dikirim ke client tanpa clearance dari CEO
Feedback & Revision
13
Submit Draft ke Client
Creative
• AAM atau AE submit proposal ke client via email resmi.
• CEO, AD, AAM, AE, dan PIC Creative di-loop untuk semua client communication.
• Cantumkan deadline feedback client sesuai timeline yang sudah disepakati.
OutputDraft terkirim + deadline feedback dari client
⚠ Follow UpJika H+1 dari deadline feedback belum ada kabar dari client, AE segera follow up via WA dan email.
Format Pengiriman
  • Kirim via email resmi dengan cover note dan deadline feedback yang jelas
  • CEO, AD, AAM, AE, dan PIC Creative di-cc di setiap pengiriman
14
Kompilasi Feedback Client
Creative
• AE kompilasi feedback client, konfirmasi ulang ke client untuk memastikan sudah tepat dan lengkap.
• AD check apakah client memberikan feedback tepat waktu.
• Kalau client terlambat atau tidak merespons, AAM minta AD untuk remind client.
OutputCompiled Feedback Document
Kompilasi Feedback
  • AE kumpulkan semua feedback client sebelum diteruskan ke Creative — tidak ada piecemeal
  • AE atau AAM konfirmasi ulang ke client — pastikan feedback sudah tepat dan lengkap
  • Tulis ulang feedback menjadi instruksi yang actionable untuk Creative
  • Jika feedback mengubah scope, eskalasi ke AD dan CEO sebelum diteruskan ke Creative
Jika Client Terlambat Memberikan Feedback
  • AD check status feedback — apakah client on time?
  • Jika client terlambat atau tidak merespons, AAM minta AD untuk remind client
Health Check
  • Round 5-6: AD dan CEO evaluasi kualitas output dan cara pengolahan feedback.
⚠ 5-6 round adalah sinyal evaluasi internal — bukan limit ke client.
15
Revisi & Loop Kembali
CreativeCEO / Creative Dir
• Creative proses revisi berdasarkan compiled feedback.
• Setelah selesai, kembali ke Final Review and Touch Up, Submit ke Client, dan Kompilasi Feedback.
• Ulangi sampai client approve.
OutputClient Approved ✓
Proses Revisi
  • Proses revisi berdasarkan Compiled Feedback Document
  • Setelah selesai, kembali ke Final Review and Touch Up sebelum submit ke client
Loop kembali jika belum approved
Kembali ke Step 06 Final Review and Touch Up → Step 07 Submit ke Client → Step 08 Kompilasi Feedback → Step 09 Revisi
Final Approval
16
Deck Final Approval
Account Executive
• AE siapkan deck final approval berisi design terakhir yang sudah di-OK client — dokumen konfirmasi resmi sebelum masuk ke FA.
OutputDeck Final Approval siap · Gate ke FA
Persiapan Deck
  • AE kompilasi semua keputusan client yang sudah dikonfirmasi ke dalam deck final approval
  • Deck mencakup: final concept yang disetujui, catatan perubahan terakhir, dan konfirmasi client
  • AAM review deck sebelum diserahkan ke Creative sebagai acuan FA
  • Setelah deck di-TTD client, tim Creative boleh mulai proses Final Artwork
Closing
17
Final Delivery ke Client
CreativeCEO / Creative Dir
• Creative dan Account isi FA Form sebelum submit ke CEO.
• CEO dan AD final check sebelum dikirim ke client.
• FA process: 1-2 hari untuk pekerjaan simple, 2-4 hari untuk pekerjaan besar dan complex.
OutputFinal file terkirim + konfirmasi penerimaan client
FA Form — Creative dan Account
  • Creative isi FA Form — format, resolusi, naming convention sesuai spec di brief
  • Account isi FA Form — pastikan semua deliverable sesuai dengan yang ada di brief dan final approval deck
  • FA Form lengkap sebelum di-submit ke CEO
Final Check — CEO dan AD
  • CEO final check — pastikan kualitas output memenuhi standar AM
  • AD final check — pastikan semua deliverable sesuai dengan client requirements
  • AAM atau AE kirim ke client setelah CEO dan AD approve
  • Minta konfirmasi penerimaan dari client secara tertulis
Estimasi Waktu FA Process
  • 1-2 hari untuk pekerjaan yang lebih simple
  • 2-4 hari untuk pekerjaan yang besar dan complex
18
Persiapan BAST
CEO / Creative DirChief of Growth
• AAM siapkan BAST dan minta TTD ke CEO.
• BAST dikirim ke client dengan melampirkan bukti FA dan PO.
• CC: CoG, AD, CEO, dan AE.
• Jika 2 hari belum ada respons dari client, follow up via call dan WA.
OutputBAST Signed
Persiapan BAST
  • AAM siapkan dokumen BAST berdasarkan template standard AM
  • AAM minta TTD CEO sebelum dikirim ke client
  • Lampirkan bukti FA dan PO bersama BAST
Pengiriman ke Client
  • Kirim BAST ke client via email resmi
  • CC: CoG, AD, CEO, dan AE
  • Setelah BAST signed, notify CoG hari yang sama
Finance
19
Issue Invoice
Chief of GrowthAdmin Finance
• Invoice diterbitkan 1x24 jam setelah BAST di-TTD oleh client.
• Sementara ditangani CoG, ke depannya oleh admin finance.
• Soft copy dikirim via email dari hello@weare-am.com menggunakan template resmi AM.
• Hard copy dikirim di hari yang sama atau next day via kurir AM ke kantor client.
OutputInvoice terkirim · Max 1x24 jam post-BAST signed
Soft Copy Invoice — Email

Kirim dari hello@weare-am.com · Subject: Ante Merediem — Invoice [No. Invoice] | [Nama Project]

Template Dear [Nama Client / PT] Team,

We hope this message finds you well.

Please find attached the following documents related to the project:

Project: [Nama Project]
• Invoice
• Tax Invoice (Faktur Pajak)
• BAST (Berita Acara Serah Terima)
• Purchase Order (Attached within BAST file)

Invoice Number: [No. Invoice]
Amount Due: IDR [Jumlah]
Invoice Date: [Tanggal]

Printed copies of the above documents have also been delivered for administrative processing.

Should you require any further information or supporting documentation, our team will be pleased to assist.

Warm regards,
Ante Merediem
Dokumen Kelengkapan Invoice
  • Invoice — generated by finance system
  • Faktur Pajak
  • BAST
  • PO
Pengiriman
  • Soft copy dikirim via email dari hello@weare-am.com menggunakan template resmi AM
  • Hard copy dikirim di hari yang sama atau next day via kurir AM ke kantor client
  • CC: CoG, AD, dan AAM
20
Follow Up & Konfirmasi Payment
Chief of Growth
• CoG monitor status payment di tanggal jatuh tempo.
• H+3 belum masuk, CoG inform tim Account untuk follow up ke client.
• H+3 berikutnya masih belum ada, tim Account re-follow up kembali.
OutputPayment confirmed + record updated
Monitoring Payment
  • CoG monitor status payment di tanggal jatuh tempo
  • H+3 belum masuk, CoG inform tim Account untuk follow up ke client
  • H+3 berikutnya masih belum ada, tim Account re-follow up kembali
  • Setelah payment masuk, CoG update record keuangan AM
21
Arsip & Project Closed
Account Executive
• AE arsipkan semua dokumen project: brief, quotation, timeline, PO, BAST, invoice, dan final file.
• Project resmi closed.
OutputProject archived · Closed ✓
Checklist Arsip
  • Brief, quotation, timeline, PO, compiled feedback, BAST, invoice, final file.
Setelah Arsip
  • Chief of Growth update financial record.
  • Account Director mark project sebagai Closed di project tracker.
22
Client Satisfaction Survey
Account Executive
• AE kirim link satisfaction survey ke client setelah project closed.
• Sifatnya optional. Hasil survey direview berkala oleh CoG.
OutputHari yang sama dengan project closed
Pengiriman Survey
  • Account Executive kirim link survey di hari yang sama dengan project closed.
  • Email hangat dan personal — bukan template kaku.
  • Chief of Growth kumpulkan dan review hasil survey minimal 1× per bulan.
  • Feedback negatif yang spesifik dibahas di internal review.
🔁
Existing Client / Rate Card — Skip BizDev, Langsung Eksekusi Flow ini untuk client yang sudah ada rate card-nya (contoh: Lexus, BRI). BizDev phase di-skip. Masuk langsung dari brief. Produksi boleh berjalan paralel dengan proses PO — namun PO wajib masuk sebelum closing.
Intake
01
Brief Masuk dari Client
Account Executive
• Brief dari client existing bisa masuk via group WA, email, atau meeting, dan bisa diterima oleh AE, AAM, atau AD.
• Ada dua skenario: client kasih brief lengkap, atau client cuma info tanpa brief formal.
• Di kedua kasus, AM wajib pastikan ada dokumen brief yang terkonfirmasi sebelum pengerjaan dimulai.
OutputBrief terkonfirmasi + terdokumentasi · Max 1×24 jam
📋 Skenario A — Client Kasih Brief Lengkap
  • Konfirmasi penerimaan brief ke client via email dalam 1×24 jam — weekend/libur → Senin sebelum 11.00 WIB
💬 Skenario B — Client Cuma Info, Tidak Ada Brief
  • Acknowledge konversasi dalam 1×24 jam
  • AM buatkan brief simple berdasarkan konversasi — tujuan, deliverable, estimasi waktu pengerjaan, referensi yang disebutkan, dan hal yang perlu dikonfirmasi
  • Kirim brief ke client untuk dikonfirmasi sebelum lanjut ke quotation dan pengerjaan
  • Tunggu konfirmasi tertulis dari client
Catatan
  • Brief yang terdokumentasi melindungi AM dan client dari miskomunikasi — terutama soal scope dan ekspektasi.
  • Client yang tidak punya brief formal bukan berarti tidak perlu brief — justru di sinilah AM menunjukkan professionalism-nya dengan inisiatif membuatkan.
Skenario A — Konfirmasi Brief Lengkap

Kirim via channel yang sama — WA group atau email.

Hi [nama client],

Brief untuk [nama project] sudah kami terima — terima kasih. Kami akan segera proses dan kembali dengan quotation serta timeline dalam waktu dekat.

Apabila ada hal yang perlu dikonfirmasi atau ditambahkan, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Warm regards,
[Nama AE/AAM]
Ante Merediem
Hi [client name],

We've received the brief for [project name] — thank you. We'll review and come back to you with a quotation and timeline shortly.

Please don't hesitate to reach out if there's anything you'd like to add or clarify.

Warm regards,
[AE/AAM Name]
Ante Merediem
Skenario B — Kirim Brief Buatan AM untuk Dikonfirmasi

Sertakan dokumen brief sebagai attachment atau dalam body pesan.

Hi [nama client],

Berdasarkan diskusi kita, kami telah merangkumkan pemahaman kami mengenai [nama project] dalam dokumen terlampir.

Mohon dikonfirmasi apakah sudah sesuai — atau apabila ada yang perlu disesuaikan, kami siap untuk mendiskusikannya lebih lanjut. Kami akan mulai proses setelah konfirmasi Bapak/Ibu diterima.

Warm regards,
[Nama AE/AAM]
Ante Merediem
Hi [client name],

Based on our conversation, we've put together a brief summary of our understanding for [project name] — please find it attached.

Could you confirm if everything looks correct? If there's anything you'd like to adjust, we're happy to discuss. We'll move forward once we have your confirmation.

Warm regards,
[AE/AAM Name]
Ante Merediem
02
Timeline & Quotation
Account ExecutiveChief of GrowthCEO / Creative Dir
• AE buat timeline, checked by AAM, approved by AD. (1x24 jam)
• AAM buat quotation bersama CoG berdasarkan man hours dari timeline. (1x24 jam)
• Quotation selesai, AAM konfirmasi dengan AD dan COO.
OutputTimeline + Quotation · 2 hari kerja
Day 1 — Timeline (max 24 jam setelah brief dikonfirmasi)
  • Account Executive susun timeline project berdasarkan brief yang sudah dikonfirmasi
  • Timeline mencakup: estimasi durasi total, milestone utama (kickoff, draft 1, feedback, final delivery), dan kapasitas tim
  • Konsultasi dengan CEO apabila ada ketidakpastian soal kapasitas tim
  • AE konfirmasi timeline ke AAM dan AD sebelum lanjut ke quotation
Day 2 — Quotation (max 24 jam setelah timeline selesai)
  • AAM bantu hitung manhour, quotation akan diissue oleh CoG
  • AAM make sure item, quantity, total invoice dan payment terms jelas
  • Final approval ke AD dan COO
03
Kirim ke Client, TTD & Tunggu PO
Account Executive
• AAM kirim quotation dan timeline ke client, lalu minta TTD di keduanya.
• Setelah TTD, AAM follow up PO dalam 1-2 minggu.
• Sementara PO dalam proses, pekerjaan boleh paralel mulai berjalan.
OutputQuotation dan Timeline ter-TTD + PO dalam proses
Pengiriman dan TTD
  • AAM kirim quotation dan timeline ke client via email resmi — satu email, dua attachment
  • AAM minta TTD client di quotation dan timeline sebelum pengerjaan dimulai
Follow Up PO
  • AAM follow up PO dalam 1-2 minggu setelah quotation di-TTD
  • Catat status PO di project tracker: Pending / Received
  • PO harus segera diissue di awal project berjalan
Pengerjaan
04
Kickoff Internal
Creative
• AAM presentasi client brief.
• CEO brief Creative team soal arah kreatif.
• AD hadir untuk memastikan alignment antara ekspektasi client dan kapasitas produksi.
• Semua pertanyaan Creative diselesaikan di sini.
OutputInternal briefing, alignment + timeline awareness
Format Kickoff
  • AAM present the client brief, AE ensure timeline sudah jelas
  • CEO give overall creative directions dan suggestions
  • AD ensure semua align dengan client requirements
  • Assign the creative PIC
05
Pengerjaan Draft
CreativeCEO / Creative Dir
• Tahap pengerjaan proposal creative — tanggung jawab bersama Account dan Creative.
• AM selalu propose dua concept: satu yang menjawab brief client, satu yang AM explore dan enhance dengan AM perspective.
• CEO, AD, dan AAM memastikan output sesuai brief dan ada AM magic di dalamnya — bukan sekadar menjawab, tapi melampaui ekspektasi.
OutputDua concept draft: brief-aligned + AM-enhanced
Concept 1 — Brief Aligned
  • Creative kerjakan concept yang menjawab brief client secara langsung — sesuai referensi, tone, dan ekspektasi yang sudah dikonfirmasi
  • AAM pastikan semua poin di brief terjawab
  • AD review kesesuaian dengan client requirements
Concept 2 — AM Enhanced
  • Creative explore concept kedua yang lebih bold — dikerjakan dengan AM perspective dan elevated execution
  • CEO pastikan ada AM magic di concept ini — bukan hanya variasi dari concept 1
  • AD ensure concept ini tetap relevan dengan brand dan positioning client
Progress dan Delivery
  • AE update status pengerjaan di project tracker setiap hari
  • AD monitor progress semua project aktif setiap pagi
  • Jika ada potensi delay, AE inform CEO dan AD segera
06
Final Review and Touch Up
CreativeCEO / Creative Dir
• CEO final review dan beri arahan sebelum proposal keluar.
• Creative team melakukan touch up berdasarkan arahan CEO.
• Wajib diselesaikan 1x24 jam sebelum submit ke client.
• Tidak ada proposal yang keluar tanpa lewat CEO.
OutputProposal final siap kirim · H-1 sebelum submit ke client
Final Review
  • Creative submit proposal ke CEO minimal 1x24 jam sebelum jadwal kirim ke client
  • CEO review dan berikan arahan final — pastikan kualitas output sudah sesuai standar AM
  • Creative lakukan touch up berdasarkan arahan CEO
  • AD konfirmasi proposal sudah align dengan client requirements sebelum dikirim
  • Tidak ada proposal yang dikirim ke client tanpa clearance dari CEO
Feedback & Revision
07
Submit Draft ke Client
Creative
• AAM atau AE submit proposal ke client via email resmi.
• CEO, AD, AAM, AE, dan PIC Creative di-loop untuk semua client communication.
• Cantumkan deadline feedback client sesuai timeline yang sudah disepakati.
OutputDraft terkirim + deadline feedback dari client
⚠ Follow UpJika H+1 dari deadline feedback belum ada kabar dari client, AE segera follow up via WA dan email.
Format Pengiriman
  • Kirim via email resmi dengan cover note dan deadline feedback yang jelas
  • CEO, AD, AAM, AE, dan PIC Creative di-cc di setiap pengiriman
08
Kompilasi Feedback Client
Creative
• AE kompilasi feedback client, konfirmasi ulang ke client untuk memastikan sudah tepat dan lengkap.
• AD check apakah client memberikan feedback tepat waktu.
• Kalau client terlambat atau tidak merespons, AAM minta AD untuk remind client.
OutputCompiled Feedback Document
Kompilasi Feedback
  • AE kumpulkan semua feedback client sebelum diteruskan ke Creative — tidak ada piecemeal
  • AE atau AAM konfirmasi ulang ke client — pastikan feedback sudah tepat dan lengkap
  • Tulis ulang feedback menjadi instruksi yang actionable untuk Creative
  • Jika feedback mengubah scope, eskalasi ke AD dan CEO sebelum diteruskan ke Creative
Jika Client Terlambat Memberikan Feedback
  • AD check status feedback — apakah client on time?
  • Jika client terlambat atau tidak merespons, AAM minta AD untuk remind client
Health Check
  • Round 5-6: AD dan CEO evaluasi kualitas output dan cara pengolahan feedback.
⚠ 5-6 round adalah sinyal evaluasi internal — bukan limit ke client.
09
Revisi & Loop Kembali
CreativeCEO / Creative Dir
• Creative proses revisi berdasarkan compiled feedback.
• Setelah selesai, kembali ke Final Review and Touch Up, Submit ke Client, dan Kompilasi Feedback.
• Ulangi sampai client approve.
OutputClient Approved ✓
Proses Revisi
  • Proses revisi berdasarkan Compiled Feedback Document
  • Setelah selesai, kembali ke Final Review and Touch Up sebelum submit ke client
Loop kembali jika belum approved
Kembali ke Step 06 Final Review and Touch Up → Step 07 Submit ke Client → Step 08 Kompilasi Feedback → Step 09 Revisi
Final Approval
10
Deck Final Approval
Account Executive
• AE siapkan deck final approval berisi design terakhir yang sudah di-OK client — dokumen konfirmasi resmi sebelum masuk ke FA.
OutputDeck Final Approval siap · Gate ke FA
Persiapan Deck
  • AE kompilasi semua keputusan client yang sudah dikonfirmasi ke dalam deck final approval
  • Deck mencakup: final concept yang disetujui, catatan perubahan terakhir, dan konfirmasi client
  • AAM review deck sebelum diserahkan ke Creative sebagai acuan FA
  • Setelah deck di-TTD client, tim Creative boleh mulai proses Final Artwork
Closing
11
Final Delivery ke Client
CreativeCEO / Creative Dir
• Creative dan Account isi FA Form sebelum submit ke CEO.
• CEO dan AD final check sebelum dikirim ke client.
• FA process: 1-2 hari untuk pekerjaan simple, 2-4 hari untuk pekerjaan besar dan complex.
OutputFinal file terkirim + konfirmasi penerimaan client
FA Form — Creative dan Account
  • Creative isi FA Form — format, resolusi, naming convention sesuai spec di brief
  • Account isi FA Form — pastikan semua deliverable sesuai dengan yang ada di brief dan final approval deck
  • FA Form lengkap sebelum di-submit ke CEO
Final Check — CEO dan AD
  • CEO final check — pastikan kualitas output memenuhi standar AM
  • AD final check — pastikan semua deliverable sesuai dengan client requirements
  • AAM atau AE kirim ke client setelah CEO dan AD approve
  • Minta konfirmasi penerimaan dari client secara tertulis
Estimasi Waktu FA Process
  • 1-2 hari untuk pekerjaan yang lebih simple
  • 2-4 hari untuk pekerjaan yang besar dan complex
12
Persiapan BAST
CEO / Creative DirChief of Growth
• AAM siapkan BAST dan minta TTD ke CEO.
• BAST dikirim ke client dengan melampirkan bukti FA dan PO.
• CC: CoG, AD, CEO, dan AE.
• Jika 2 hari belum ada respons dari client, follow up via call dan WA.
OutputBAST Signed
Persiapan BAST
  • AAM siapkan dokumen BAST berdasarkan template standard AM
  • AAM minta TTD CEO sebelum dikirim ke client
  • Lampirkan bukti FA dan PO bersama BAST
Pengiriman ke Client
  • Kirim BAST ke client via email resmi
  • CC: CoG, AD, CEO, dan AE
  • Setelah BAST signed, notify CoG hari yang sama
Finance
13
Issue Invoice
Chief of GrowthAdmin Finance
• Invoice diterbitkan 1x24 jam setelah BAST di-TTD oleh client.
• Sementara ditangani CoG, ke depannya oleh admin finance.
• Soft copy dikirim via email dari hello@weare-am.com menggunakan template resmi AM.
• Hard copy dikirim di hari yang sama atau next day via kurir AM ke kantor client.
OutputInvoice terkirim · Max 1x24 jam post-BAST signed
Soft Copy Invoice — Email

Kirim dari hello@weare-am.com · Subject: Ante Merediem — Invoice [No. Invoice] | [Nama Project]

Template Dear [Nama Client / PT] Team,

We hope this message finds you well.

Please find attached the following documents related to the project:

Project: [Nama Project]
• Invoice
• Tax Invoice (Faktur Pajak)
• BAST (Berita Acara Serah Terima)
• Purchase Order (Attached within BAST file)

Invoice Number: [No. Invoice]
Amount Due: IDR [Jumlah]
Invoice Date: [Tanggal]

Printed copies of the above documents have also been delivered for administrative processing.

Should you require any further information or supporting documentation, our team will be pleased to assist.

Warm regards,
Ante Merediem
Dokumen Kelengkapan Invoice
  • Invoice — generated by finance system
  • Faktur Pajak
  • BAST
  • PO
Pengiriman
  • Soft copy dikirim via email dari hello@weare-am.com menggunakan template resmi AM
  • Hard copy dikirim di hari yang sama atau next day via kurir AM ke kantor client
  • CC: CoG, AD, dan AAM
14
Follow Up & Konfirmasi Payment
Chief of Growth
• CoG monitor status payment di tanggal jatuh tempo.
• H+3 belum masuk, CoG inform tim Account untuk follow up ke client.
• H+3 berikutnya masih belum ada, tim Account re-follow up kembali.
OutputPayment confirmed + record updated
Monitoring Payment
  • CoG monitor status payment di tanggal jatuh tempo
  • H+3 belum masuk, CoG inform tim Account untuk follow up ke client
  • H+3 berikutnya masih belum ada, tim Account re-follow up kembali
  • Setelah payment masuk, CoG update record keuangan AM
15
Arsip & Project Closed
Account Executive
• AE arsipkan semua dokumen project: brief, quotation, timeline, PO, BAST, invoice, dan final file.
• Project resmi closed.
OutputProject archived · Closed ✓
Checklist Arsip
  • Brief, quotation, timeline, PO, compiled feedback, BAST, invoice, final file.
Setelah Arsip
  • Chief of Growth update financial record.
  • Account Director mark project sebagai Closed di project tracker.
16
Client Satisfaction Survey
Account Executive
• AE kirim link satisfaction survey ke client setelah project closed.
• Sifatnya optional. Hasil survey direview berkala oleh CoG.
OutputHari yang sama dengan project closed
Pengiriman Survey
  • Account Executive kirim link survey di hari yang sama dengan project closed.
  • Email hangat dan personal — bukan template kaku.
  • Chief of Growth kumpulkan dan review hasil survey minimal 1× per bulan.
  • Feedback negatif yang spesifik dibahas di internal review.
🎙️
Consulting Call Guide — 1st Call Script & Philosophy Panduan ini bukan script kaku yang harus dibaca kata per kata. Ini adalah kerangka berpikir dan alur yang perlu diinternalisasi — sehingga setiap call terasa natural, confident, dan on-brand AM.
Pembukaan
01
Intro AM
Sambil Show Deck
Mulai dengan memperkenalkan AM — singkat, confident, dan calm. Tidak perlu panjang. Cukup establish siapa kita dan mengapa kita ada.
  • AM adalah brand agency dan consultant. Fokus kami di premium dan luxury.
  • Why we started AM — ceritakan alasan di balik berdirinya AM. Genuine dan personal.
  • What we have learned — ceritakan pengalaman dari project-project sebelumnya. Framing: sharing, bukan showing off. "Dari client-client yang pernah kami bantu, kami belajar bahwa..."
  • Who we work with — gambaran client yang sudah bekerja sama dengan AM.
💡 ToneHuman, confident, calm. Bukan agency yang butuh client — tapi partner yang memilih dengan siapa mereka bekerja sama.
02
Invite Mereka Bercerita
Setelah intro AM, serahkan floor ke mereka. Ini bukan transisi ke bagian berikutnya — ini momen paling penting dalam call.
"Would love to hear a bit more about you — how you got started, and what you're working on."
  • Dengarkan sungguh-sungguh. Jangan potong. Jangan buru-buru ke solusi.
  • Catat challenges, frustrasi, aspirasi, dan hal-hal yang mereka sebut secara spesifik.
  • Kalau ada yang kurang jelas — tanyakan dengan tulus, bukan untuk mengisi checklist.
Setelah Mereka Bercerita
Konversasi
03
Transisi ke Ideas
Setelah mereka selesai bercerita, lanjutkan dengan natural. Framing ini penting: kita bukan menjual — kita sharing perspektif dan mengundang dialog.
"The goal of today is simple. I want to walk you through some ideas we think could really help. We've done a bit of homework and spotted a few opportunities — I'd love to get your take. If it feels like the right fit, we can take it from there."
04
Selama Konversasi Berlangsung
Ini bagian yang paling tidak bisa di-script — dan memang tidak perlu. Yang penting: hadir, fleksibel, dan relevan.
  • Kalau konversasi mengalir keluar dari deck — biarkan. Koneksi yang natural lebih berharga dari presentasi yang sempurna.
  • Jika mereka menyebut sebuah problem yang AM bisa solve — respond dengan case study yang relevan: "Kami pernah ketemu situasi yang mirip dengan client kami di [industri]. Yang kami lakukan waktu itu..."
  • Pilih case study yang paling relevan dengan problem mereka — bukan yang paling impressive.
  • AE BizDev mencatat semua poin, pertanyaan, dan hal penting yang disebutkan selama call.
Menutup Call
Closing
05
Tutup Call & Lock 2nd Call
Jangan paksa closing di 1st call — tujuannya membangun koneksi dan rasa percaya, bukan deal. Tutup dengan hangat dan langsung lock next step sebelum call berakhir.
"This has been great. Let's take a few days to think things through — how about we jump on a second call next week? Same time works? I'll send over the slides and a few ideas to explore before then."
  • Konfirmasi hari dan waktu 2nd call sebelum menutup — jangan biarkan tergantung.
06
Follow Up — dalam 1×24 Jam
Account Executive
Follow up yang baik menjaga momentum tetap hidup. Kirim via email dalam 1×24 jam setelah call.
  • Summary key points — ringkasan singkat: hal-hal yang mereka ceritakan, opportunities yang muncul, dan next steps yang disepakati.
  • Deck AM — kirim slide yang digunakan selama call.
  • Calendar link untuk 2nd call — link booking langsung, tidak perlu bolak-balik konfirmasi jadwal.
  • 1–2 tailored insights atau work examples — pilih yang paling relevan dengan apa yang mereka ceritakan. Bukan portfolio dump — cukup satu atau dua yang benar-benar nyambung. Ini yang menjaga momentum tetap hidup.
💡 Prinsip Follow UpSetiap elemen follow up harus terasa dipersonalisasi — bukan template. Mereka harus merasa bahwa kita benar-benar mendengarkan selama call.
💬
Client Communication Protocol Semua komunikasi dengan client menggunakan Group WA sebagai channel utama. Setiap anggota account team tahu posisinya — siapa yang reply pertama, siapa yang step in, dan bagaimana menangani japri yang masuk di luar group.
Channel
01
Group WhatsApp — Primary Channel
Account Executive
Setiap project client punya satu Group WA resmi. Semua komunikasi project — update status, pertanyaan client, feedback, konfirmasi delivery — masuk melalui group ini. Bukan via japri, bukan via email informal, bukan via DM Instagram.
Siapa yang ada di groupClient (PIC project) + Account Executive + Assoc. Account Manager + Account Director
Setup Group
  • Group WA dibuat oleh Account Executive setelah deal — sebelum kickoff.
  • Nama group: [Nama Client] × AM — bersih, profesional.
  • Anggota: PIC client + Chantika + Vania + Ilham.
  • Pinned message pertama: nama project, timeline ringkas, dan PIC AM yang bisa dihubungi.
Yang Masuk via Group
  • Update status project — kickoff, submission draft, feedback received, final delivery.
  • Pertanyaan client soal progress, timeline, atau deliverable.
  • Konfirmasi dari client — approval draft, konfirmasi penerimaan file, jadwal meeting.
  • Informasi penting dari AM ke client — delay, perubahan jadwal, request tambahan dokumen.
Yang Tidak Boleh via Group
  • Diskusi internal tim — pindahkan ke group internal AM, bukan di depan client.
  • Complaint atau frustrasi — tidak pernah di group client.
  • File final delivery — kirim via email resmi, bukan WA.
Reply Chain
02
First Responder — Account Executive
Chantika
Chantika adalah first responder untuk semua pesan di group WA client. Setiap pesan masuk dari client — wajib direspons dalam max 1 jam di jam kerja.
Response timeMax 1 jam di jam kerja (09.00–18.00 WIB)
Standar Reply
  • Respons dalam max 1 jam di jam kerja — bahkan kalau jawaban belum lengkap, acknowledge dulu: "Hi [nama], noted ya — kami cek dulu dan balas segera."
  • Kalau butuh koordinasi internal sebelum menjawab — acknowledge dulu ke client, jangan diam.
  • Tidak boleh menjawab pertanyaan soal scope, harga, atau timeline tanpa koordinasi internal terlebih dahulu.
Kalau Tidak Bisa Reply
  • Kalau Chantika sedang tidak available — Vania wajib step in tanpa perlu diminta.
  • Kalau Chantika sedang dalam meeting — acknowledge singkat dulu, follow up setelah meeting.
03
Second Responder — Assoc. Account Manager
Kalau Chantika tidak reply dalam 1 jam, Vania langsung step in — tanpa menunggu diminta. Tidak ada jeda, tidak ada "nunggu dulu". Kalau pesan client sudah 1 jam tidak direspons, itu tanggung jawab Vania.
TriggerChantika tidak reply dalam 1 jam
Cara Step In
  • Vania reply langsung ke group — tidak perlu mention atau tanya Chantika dulu di depan client.
  • Tone tetap seamless — client tidak perlu tahu ada pergantian PIC.
  • Setelah reply, ping Chantika di group internal: "Aku sudah reply [nama client] ya — tadi belum ada response dari kamu."
04
Oversight — Account Director
Ilham tidak perlu reply langsung ke client — tugasnya memastikan Chantika atau Vania sudah reply. Kalau Ilham lihat pesan client belum direspons dan sudah melewati 1 jam, Ilham ping salah satu dari keduanya segera.
RoleOversight — bukan first responder
Kapan Ilham Reply Langsung
  • Kalau keduanya benar-benar tidak available dan pesan client sudah urgent — Ilham step in sebagai last resort.
  • Kalau client mengeskalasi complaint atau pertanyaan yang butuh keputusan senior.
  • Kalau client secara eksplisit meminta bicara dengan Account Director.
Yang Ilham Pastikan
  • Tidak ada pesan client yang lewat dari 1 jam tanpa respons di jam kerja.
  • Tone dan konten reply dari tim account sesuai standar AM — profesional, hangat, tidak terburu-buru.
  • Kalau ada pola miss reply yang berulang — dibahas di internal review, bukan ditegur di group client.
After Hours
05
Pesan di Luar Jam Kerja & Weekend
Account Executive
Pesan client yang masuk di luar jam kerja (setelah 18.00 WIB) atau di weekend tidak wajib dijawab malam itu. Tapi wajib di-acknowledge secara informal — supaya client tahu pesannya sudah diterima.
Jawaban substantifNext working day sebelum 10.00 WIB
Cara Acknowledge
  • Reply singkat dan hangat — tidak perlu formal: "Hi [nama], noted ya! Kami follow up besok pagi."
  • Tidak perlu memberikan jawaban lengkap malam itu — acknowledge saja sudah cukup untuk menjaga kepercayaan client.
  • Jawaban substantif dikirim next working day sebelum pukul 10.00 WIB — tidak boleh dilewat.
Kalau Urgent dari Client
  • Kalau client tandai urgent atau ada deadline yang mepet — Chantika atau Vania judgment call: apakah perlu ditangani malam itu atau bisa besok pagi.
  • Kalau butuh keputusan — ping Ilham via grup internal AM, bukan langsung reply ke client tanpa koordinasi.
Japri
06
Japri dari Client — Protokol
Account Executive
Client sering japri langsung ke salah satu anggota tim — ini wajar dan tidak perlu dilarang. Tapi setiap japri yang berisi informasi penting wajib di-recap ke group internal AM. Tidak ada keputusan yang dibuat via japri tanpa tim tahu.
RuleAcknowledge via japri boleh — tapi recap ke grup internal AM wajib
⚠ Japri ≠ KeputusanTidak ada yang boleh menyetujui perubahan scope, harga, atau timeline via japri — bahkan kalau clientnya minta langsung ke Ilham sekalipun. Semua keputusan substantif harus melalui koordinasi internal dulu.
Alur Japri
  • Terima japri → acknowledge ke client: "Thanks [nama], noted ya!"
  • Segera recap isi japri ke grup internal AM — screenshot atau parafrase.
  • Koordinasi internal dulu sebelum memberikan jawaban substantif.
  • Jawaban resmi tetap dikirim via group WA client — bukan via japri — supaya semua ter-record.
Japri yang Boleh Dijawab Langsung
  • Pertanyaan ringan yang tidak menyentuh scope, harga, atau timeline — misalnya konfirmasi jadwal meeting, ucapan terima kasih, atau pertanyaan teknis yang sudah jelas jawabannya.
  • Tetap recap ke grup internal setelahnya — walaupun ringan.
Japri yang Tidak Boleh Dijawab Sendiri
  • Perubahan scope atau tambahan deliverable — eskalasi ke Account Director + Chief of Growth.
  • Pertanyaan soal harga atau negosiasi ulang — eskalasi ke Chief of Growth.
  • Complaint serius atau ketidakpuasan — eskalasi ke Account Director segera.
  • Request deadline yang dipersingkat — koordinasi internal dulu sebelum konfirmasi ke client.
Eskalasi
07
Client Tidak Reply — Feedback Draft
Account Executive Chief of Growth
Draft sudah dikirim, deadline feedback sudah lewat, tapi client tidak memberikan respons. Ini berdampak langsung ke timeline project — eskalasi harus cepat dan terstruktur.
TriggerDeadline feedback terlewat tanpa respons dari client
Alur Eskalasi
  • H+1 setelah deadline feedback: Account Executive follow up pertama via group WA — reminder hangat, bukan teguran. "Hi [nama], just checking in — apakah ada yang bisa kami bantu untuk mempermudah review?"
  • H+3 masih tidak ada respons: Account Executive japri langsung ke PIC client — lebih personal, lebih mudah direspons.
  • H+5 masih tidak ada respons: Account Director step in — kirim pesan via group WA atau japri ke PIC client, dengan tone yang lebih direct. Inform client bahwa keterlambatan feedback berdampak ke timeline delivery.
  • H+7 masih tidak ada respons: Chief of Growth eskalasi ke level yang lebih senior di sisi client jika memungkinkan, atau putuskan bersama Account Director apakah project perlu di-pause secara resmi sambil menunggu feedback.
Yang Perlu Dicatat
  • Setiap follow up dicatat di project tracker — tanggal, channel, dan respons yang diterima.
  • Kalau project di-pause menunggu feedback client — timeline delivery otomatis bergeser. Dokumentasikan ini secara tertulis ke client.
⚠ Timeline bergeser karena client tidak reply bukan kesalahan AM — tapi harus terdokumentasi dengan baik supaya tidak ada dispute di kemudian hari.
08
Client Tidak Reply — Konfirmasi & Dokumen
Account Executive
Client tidak reply untuk konfirmasi yang sifatnya blocking — TTD brief, konfirmasi jadwal kickoff, konfirmasi penerimaan final file, atau TTD BAST. Tanpa ini, proses tidak bisa lanjut.
TriggerKonfirmasi blocking tidak diterima dalam 2 hari kerja
Alur Eskalasi
  • H+2 tidak ada respons: Account Executive follow up pertama via group WA — ingatkan bahwa konfirmasi ini diperlukan untuk melanjutkan proses.
  • H+3 masih tidak ada respons: Account Executive japri langsung ke PIC client — lebih mudah direspons daripada group.
  • H+5 masih tidak ada respons: Account Director step in — japri atau telepon langsung ke PIC client. Jelaskan dampak konkret dari keterlambatan konfirmasi ini ke project.
Untuk TTD BAST Khususnya
  • Account Director follow up max 2× dalam 3 hari kerja.
  • Jika setelah 2× follow up masih tidak ada respons — eskalasi ke Chief of Growth.
  • Chief of Growth yang putuskan langkah selanjutnya — termasuk apakah invoice tetap diterbitkan atau ditahan.
09
Client Tidak Reply — Payment
Chief of Growth
Invoice sudah dikirim dan sudah jatuh tempo, tapi client tidak memberikan konfirmasi pembayaran. Ini domain Chief of Growth — Account team support follow up ke PIC project client.
TriggerJatuh tempo invoice terlewat tanpa konfirmasi payment
Alur Eskalasi
  • H+3 setelah jatuh tempo: Chief of Growth follow up pertama — langsung ke PIC finance client via email resmi. CC Account Director.
  • H+7 masih belum ada konfirmasi: Account Director ikut follow up ke PIC project client via group WA atau japri — dari sisi relationship, bukan sisi finance.
  • H+14 masih tidak ada respons: Chief of Growth dan Account Director align untuk langkah formal — surat tagihan resmi atau eskalasi ke level manajemen client.
  • H+30: Chief of Growth putuskan apakah perlu melibatkan pihak ketiga atau langkah hukum — keputusan bersama CEO.
Yang Perlu Diperhatikan
  • Follow up payment selalu dari Chief of Growth ke PIC finance client — bukan dari Account Executive ke PIC project. Ini menjaga hubungan kerja tetap profesional.
  • Account Director ikut follow up dari sisi relationship — bukan menagih, tapi memastikan tidak ada miskomunikasi di sisi client.
  • Semua follow up payment didokumentasikan: tanggal, channel, isi pesan, dan respons.
⚠ Jangan pernah menahan atau mengancam akan menahan deliverable sebagai leverage payment — ini merusak reputasi AM. Jalani proses eskalasi yang terstruktur.
10
Client Ghost — Tidak Ada Respons Sama Sekali
Chief of Growth
Client tiba-tiba tidak bisa dihubungi — semua channel sudah dicoba, tidak ada respons apapun dalam beberapa hari. Ini perlu ditangani dengan hati-hati karena bisa berdampak ke project, timeline, dan keuangan AM.
TriggerTidak ada respons dari client via semua channel dalam 3 hari kerja
Alur Eskalasi
  • Hari 1–2: Account Executive coba semua channel — group WA, japri WA, email. Catat semua attempt di project tracker.
  • Hari 3: Account Director step in — coba telepon langsung ke PIC client. Kalau tidak tersambung, tinggalkan voicemail atau kirim email formal.
  • Hari 5: Chief of Growth eskalasi ke kontak lain di sisi client jika ada — misalnya ada kontak backup atau atasan PIC yang dikenal.
  • Hari 7: Chief of Growth dan Account Director putuskan bersama: apakah project di-pause resmi, apakah ada potensi dispute, dan langkah apa yang perlu diambil dari sisi legal atau kontraktual.
Selama Client Ghost
  • Project di-pause — tidak ada pengerjaan lebih lanjut sampai ada konfirmasi dari client.
  • Semua attempt untuk menghubungi client didokumentasikan secara tertulis — ini penting kalau ada dispute di kemudian hari.
  • Tim creative tidak perlu tahu detail situasinya — cukup inform bahwa project sedang on-hold menunggu konfirmasi client.
⚠ Lindungi AMKalau client ghost setelah DP diterima dan project sudah berjalan — Chief of Growth dan CEO align soal posisi kontraktual AM sebelum mengambil langkah apapun.
🎨
Creative Process Guide — Feedback & Revision Panduan ini dirancang untuk membantu Creative team dan Account team memproses feedback client dengan lebih terstruktur dan efektif. Ada empat tools: Feedback Interpreter, Revision Brief Template, Revision Tracker, dan Creative Direction Note.
A
A
Feedback Interpreter
Account Executive
• Tidak semua feedback dari client sama bobotnya. Sebelum diteruskan ke Creative, AAM atau AE perlu menginterpretasi dulu — apakah ini soal taste, brief, atau scope creep.
• Panduan ini membantu tim Account membaca feedback dengan lebih tajam sebelum dikompilasi.
Tipe 1 — Feedback Soal Brief
  • Ciri-ciri: Client merasa output tidak menjawab yang mereka minta — konten salah, tone tidak sesuai, target audience meleset.
  • Tindakan: Kembali ke brief. Cek apakah brief sudah cukup jelas dari awal. Kalau brief sudah benar, cek interpretasi Creative. Revisi wajib dilakukan.
  • Contoh: "Ini terlalu formal, kami mau yang lebih playful" — kalau brief memang bilang playful, ini kesalahan eksekusi Creative.
Tipe 2 — Feedback Soal Taste
  • Ciri-ciri: Output sudah sesuai brief, tapi client tidak suka secara personal — warna, font, komposisi yang subjektif.
  • Tindakan: Revisi boleh dilakukan, tapi AAM perlu catat bahwa ini di luar brief. Kalau sudah masuk round ke-3 lebih karena taste, pertimbangkan untuk diskusi ulang ekspektasi dengan client.
  • Contoh: "Saya kurang suka warna birunya, bisa lebih tua?" — ini taste, bukan brief.
Tipe 3 — Scope Creep
  • Ciri-ciri: Client meminta sesuatu yang tidak ada di brief — deliverable baru, perubahan konsep besar, atau tambahan format.
  • Tindakan: STOP. Jangan langsung kerjakan. Eskalasi ke AD dan CoG untuk diskusi apakah ini masuk quotation baru atau bisa diakomodasi.
  • Contoh: "Sekalian buatkan versi landscape ya" — kalau tidak ada di brief, ini scope creep.
⚠ Scope creep yang tidak ditangani dengan baik adalah sumber kerugian terbesar AM. Jangan pernah kerjakan tanpa persetujuan AD dan CoG.
Tipe 4 — Feedback Tidak Jelas
  • Ciri-ciri: Feedback terlalu umum, ambigu, atau kontradiktif — "Kurang greget", "Coba yang lebih fresh", "Sepertinya ada yang kurang".
  • Tindakan: Jangan forward ke Creative dalam bentuk ini. AAM atau AE wajib konfirmasi ulang ke client — minta contoh referensi atau penjelasan yang lebih spesifik.
  • Contoh response ke client: "Terima kasih feedbacknya — boleh kami tahu lebih spesifik bagian mana yang dirasa kurang? Atau ada referensi visual yang bisa jadi acuan?"
B
B
Revision Brief Template
Creative
• Setelah feedback dikompilasi, AAM mengisi Revision Brief sebelum dikirim ke Creative.
• Tujuannya: Creative tidak menerima feedback mentah dari client, tapi instruksi yang sudah diterjemahkan dan siap dikerjakan.
Revision Brief — Format
  • Project: [Nama project]
  • Round Revisi: [Round ke-berapa]
  • Tanggal Diterima dari Client: [Tanggal feedback masuk]
  • Deadline Revisi: [Kapan harus selesai untuk submit ke CEO]
Instruksi Revisi per Deliverable
  • Deliverable: [Nama file / aset yang perlu direvisi]
  • Feedback client (asli): [Tuliskan feedback verbatim dari client]
  • Instruksi untuk Creative: [Terjemahkan menjadi tindakan konkret — apa yang harus diubah, bagaimana caranya]
  • Tipe feedback: Brief / Taste / (kalau scope creep — sudah dieskalasi, jangan dikerjakan)
  • Referensi: [Lampirkan referensi visual kalau ada]
Catatan Tambahan
  • Yang TIDAK boleh diubah: [Elemen yang sudah approved dan tidak boleh diganggu]
  • Prioritas: [Kalau banyak item — mana yang paling kritis]
💡 Revision Brief wajib diisi sebelum instruksi revisi dikirim ke Creative. Feedback mentah dari client tidak boleh langsung diforward.
C
C
Revision Tracker
Account ExecutiveCreative
• Tracker ini diisi per round revisi — memastikan semua feedback terjawab dan tidak ada yang terlewat.
• AE yang maintain tracker, Creative yang update status per item.
Header Tracker
  • Project: [Nama project]
  • Client: [Nama client]
  • Total Round: [Update setiap round baru]
  • PIC Creative: [Nama yang mengerjakan]
  • PIC Account: [Nama AAM / AE yang handle]
Per Round — Isi Kolom Ini
  • Round #: [Nomor round]
  • Tanggal Submit ke Client: [Tanggal]
  • Tanggal Feedback Masuk: [Tanggal]
  • Jumlah Item Feedback: [Total poin yang diminta client]
Per Item Feedback
  • No. [Nomor urut]
  • Deliverable: [File / aset mana yang direvisi]
  • Feedback Client: [Verbatim]
  • Instruksi Creative: [Dari Revision Brief]
  • Status: To Do / In Progress / Done / Ditahan (scope creep)
  • Catatan Creative: [Kalau ada kendala atau pertanyaan]
  • CEO Review: OK / Revisi Lagi / [Catatan CEO]
Health Check
  • Round 1-2: Normal.
  • Round 3-4: AAM evaluasi — apakah feedback client sudah cukup jelas dari awal? Apakah ada pola yang berulang?
  • Round 5+: AD dan CEO masuk — evaluasi akar masalah. Bukan menyalahkan, tapi mencari solusi sistemik.
⚠ Round 5 ke atas adalah sinyal evaluasi internal — bukan limit yang dikomunikasikan ke client.
D
D
Creative Direction Note
CEO / Creative DirCreative
• Setelah CEO melakukan Final Review and Touch Up (Step 06), CEO mengisi Creative Direction Note sebelum instruksi dikirim ke Creative.
• Ini memastikan arahan CEO tidak hilang dalam komunikasi verbal dan Creative tahu persis apa yang diharapkan.
Creative Direction Note — Format
  • Project: [Nama project]
  • Tanggal Review: [Tanggal CEO review]
  • Round: [Round ke-berapa]
  • Reviewed by: [Nama CEO]
Overall Assessment
  • Status: Approved / Perlu Touch Up / Revisi Signifikan
  • Overall Direction: [Kesan umum CEO — apakah output sudah on track, ada yang missing, atau perlu perubahan arah]
Arahan Spesifik per Deliverable
  • Deliverable: [Nama file / aset]
  • Yang sudah bagus: [Apa yang tidak perlu diubah — penting supaya Creative tidak over-revisi]
  • Yang perlu diubah: [Instruksi spesifik dan actionable]
  • AM Magic yang perlu ditambahkan: [Kalau ada elemen yang bisa di-elevate lebih lagi]
  • Referensi: [Visual atau contoh kalau ada]
Deadline
  • Touch up selesai by: [Jam/Tanggal]
  • Re-submit ke CEO untuk review ulang: [Ya / Tidak — tergantung signifikansi perubahan]
💡 Creative Direction Note yang baik menyebutkan apa yang TIDAK perlu diubah — bukan hanya yang perlu diubah. Ini mencegah over-revision dan menjaga elemen yang sudah kuat.